TUAH MADANI, Lintasmelayu.com – Usai ditertibkan oleh pihak Kecamatan Tuah Madani dan Polsek Tampan beberapa waktu lalu, puluhan pedagang kaki lima (PKL) kembali berjualan di trotoar jalur lambat, dan bahu Jalan HR Soebrantas.
Pantauan awak media, Kamis (21/3), puluhan PKL berjualan di pinggir Jalan HR Soebrantas, tepatnya depan dan dalam kawasan jalur lambat yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki yang melintas.
Namun kini yang ada malah pejalan kaki dipaksa untuk melintas di badan jalan yang padat akan arus kendaraan bermotor, sehingga dapat membahayakan keselamatan. Belum lagi banyaknya pedagang buah durian yang berjualan hingga ke tengah jalan, membuat ruas jalan menjadi sempit dan menganggu akses lalu lintas masyarakat serta menyebabkan kemacetan panjang.
Salah seorang pejalan kaki Silvia mengaku kecewa dan terganggu dengan keberadaan para pkl yang masih saja menggunakan badan jalan untuk berjualan. Apalagi haknya sebagai pejalan kaki dirampas dengan sengaja tanpa memikirkan keselamatan pejalan kaki lainnya saat melintas.
Namun menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Tuah Madani bersama Polsek Tampan akan terus berupaya menertibkan PKL yang berjualan di badan Jalan HR karena dianggap mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan karena berjualan di bukan lokasi yang tepat.
”Untuk penertiban akan terus kami lakukan bersama pihak terkait lainnya, depannya petugas akan terus melakukan patroli setiap hari untuk memastikan PKL tidak kembali berjualan di lokasi tersebut,**(Riaupos. Com/Lm)
إرسال تعليق